Selasa, 23 Januari 2018

Botol Kosong, Kumpulan Puisi Y. Thendra BP.


Judul Buku: Botol Kosong, Kumpulan Puisi 2012-2017
Penulis: Y. Thendra BP.
Penerbit: Penerbit JBS, Des 2017
Tebal: 56 hlm
Harga: 40.000


Puisi dalam buku ini tercipta dalam periode yang cukup panjang antara tahun 2012 hingga 2017. Bagi Thendra, puisi-puisi di dalam buku ini adalah semacam biografi dirinya pasca buku kedua Manusia Utama. Dalam Botol Kosong Thendra banyak bercerita tentang dirinya, terkait hal-hal baru yang dia rasakan, ditemukan dan dia dapatkan. Ia merefleksikan perubahan sosial yang terjadi di seputar diri dan lingkungan sekitarnya. Puisinya cenderung pendek dan padat.
Di balik kesederhanaan dan keringkasan puisi Y Thendra BP, tersimpan banyak persoalan-pesoalan berat yang dituliskan tidak dengan berapi-api. Puisi Thendra seperti cubitan, sentilan atau gigitan yang meninggalkan bekas dan menyisakan sakit. Di dalamnya pandangan eksistensial, perjalanan, potret sosial terhampar bagai sebuah gambar, berkelindan dengan kritik sosial yang dibungkus manis, menyentil setiap diri.
Puisi dalam Botol Kosong merupakan pintu masuk untuk melihat cara pandang Thendra tentang masalalu dan masa kini, tradisional dan modern, yang berubah dan yang harus dipertahankan.


 
Sebagian besar puisi ini ditulis di Sumatera Barat, fase kedua dalam perjalanannya setelah lama tinggal di Jogja. Thendra tampak lebih tenang dan perenung, meski tidak kehilangan daya kritisnya dalam memandang soal-soal sosial yang tetap tak terhindarkan dalam puisinya. Bahasanya sederhana, namun menyimpan letupan besar. Sebagai pejalan yang kembali ke pangkal jalan, pulang bahkan menjadi rantau lain dalam diri dan puisinya. Ia asing dan terasingkan dari identitasnya, dari kampung halaman yang terus berubah dengan kecepatan tak terduga. Puisi Thendra hadir sebagai pribadi yang 'terasingkan' maupun masyarakatnya yang tumbuh dengan ganjil. Begitu pun dalam puisi-puisi avonturnya, keterasingan, keganjilan, jauh lebih mendapat porsi ketimbang ketakjuban biasa. Sebab, peristiwa yang biasa saja pun, di tangan Thendra menjelma sesuatu yang patut dipertanyakan ulang.

Tentang kepulangannya,ia menulis: 


dia hanya suara kertas yang disobek
hanya motor kredit melintasi dinihari
jalan kecil di tengah ladang karet
hantu pengusung keranda
pengeboran migas
sebuah kampung yang bunuh diri
sejak anak gadis tak lagi
berbedak beras di sore hari. .

(Catatan Pulang Kampung, BOTOL KOSONG)

Buku ini merupakan buku ketiga penyair Lunto Kloof kelahiran Bangkinang dan menetap di Padang Sibusuk Sumbar, setelah Manusia Utama dan Tuhan, TeleponAku, Dong!


Untuk pemesanan buku ini, silahkan sms ke 081802717528. Untuk pemesanan buku-buku yang lain silahkan lihat di http://jualbukusastra.blogspot.com BNI UGM 0117443522 a.n. Indrian Toni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger Widgets